Sabtu, 20 Desember 2014

Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau







PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU (Vigna radiate)
(Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan)



Oleh
Muhammad Badrun
1304122042















PROGRAM STUDI DIII PERKEBUNAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014






I.  PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang


Setiap tanaman mempunyai toleransi yang berlainan terhadap cahaya matahari. Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada tempat teduh atau bernaungan. Ada pula tanaman yang memerlukan intensitas cahaya yang berbeda sepanjang periode hidupnya. Pada waktu masih muda memerlukan cahaya dengan intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan cahaya dengan intensitas tinggi (Faridah, 1995).

Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil, cahaya sangat penting dalam proses fotosintesis. Cahaya matahari juga dapat mempengaruhi tumbuhan untuk bergerak gerak yang dipengaruhi oleh cahaya disebut gerak fototropisme.

Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis, meskipun jumlah cahaya matahari bergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan jumlah matahari saat perkembangan akan menyebabkan etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat tapi tipis, lemah dan berwarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi karena tidak adanya cahaya sehingga memaksimalkan kerja hormon auksin untuk penunjang sel-sel tumbuhan (Setiawan, 2004). 
Tumbuhan juga melakukan gerak, tetapi gerak yang dilakukan tumbuhan tidak seperti hewan dan manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan hanya dilakukan oleh bagian tertentu, misalnya bagian ujung tunas, ujung akar, atau bagian lembar daun tertentu kecuali tumbuhan bersel satu. Gerakan tumbuhan dapat diamati dengan adanya pertumbuhan tanaman yang menuju atau ke arah tertentu. Gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau iritabilita yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut (Soekotjo, 2002).


1.2  Tujuan


Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.  Mengetahui gerak fototropisme pada tanaman kacang hijau
2.  Mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau
3.  Mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman kacang hijau yang terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari.


  



II.  METODOLOGI


2.1  Alat dan Bahan


Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.  Polybag
2.  Spidol
3.  Kardus
4.  Kamera
5.  Gembor
6.  Cangkul
7.  Mistar

Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.  Benih kacang hijau
2.  Air
3.  Tanah


2.2  Prosedur Kerja


Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.  Disiapkan 4 polybag kemudian diberi label yaitu, 2 polybeg ditempat terang dan 2 polybag ditempat gelap.
2.  Dimasukkan tanah kedalam polybag kemudian ditanam benih kacang hijau kedalam polybag
3.  Dipisahkan untuk 2 polybag ditempat terang dan 2 ditempat gelap kemudian disiram
4.  Ditutup dengan kardus polybag yang berada ditempat gelap
5.  Dilakukan pengamatan pertumbuhan kacang hijau setelah 1 minggu dengan mengukur tinggi batang.





III.  HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1  Hasil Pengamatan


Hasil yang didapat dari praktikum ini adalah sebagai berikut.

Tabel 1.  Data pertumbuhan tanaman kacang hijau pada tempat gelap dan terang.


Sampel
Tinggi tanaman (cm)
tempat terang
tempat gelap
1
8,5
20,8
2
9
19,1
3
10
21
4
10,5
20,9
rata-rata
9,5
20,45


3.2  Pembahasan


Fototropisme merupakan gerak tumbuhan akibat adanya respon terhadap cahaya matahari. Hal ini paling sering ditemukan pada tanaman, tetapi juga dapat terjadi pada organisme lain seperti jamur. Sel-sel pada tanaman yang terjauh dari cahaya memiliki hormon auksin yang bereaksi ketika fototropisme terjadi. Hal ini menyebabkan tanaman memiliki sel-sel memanjang di sisi terjauh dari cahaya. Fototropisme adalah salah satu dari banyak tropisme tanaman atau gerakan yang menanggapi rangsangan eksternal (Hasan, 2009).
Pertumbuhan tanaman menuju sumber cahaya disebut fototropisme positif, sedangkan pertumbuhan jauh dari cahaya disebut fototropisme negatif. Kebanyakan tanaman tunas menunjukkan fototropisme positif dan mengatur ulang kloroplas dalam daun untuk memaksimalkan energi fotosintesis dan meningkatkan pertumbuhan karena pada sisi tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari, sel-sel akan terus memanjang sedangkan sisi yang menghadap kearah matahari akan terhambat pertumbuhan nya. Hal ini di sebabkan oleh aktivitas auksin didalam sel tumbuhan. Auksin akan berpengaruh lambat jika terkena sinar matahari (Endang, 2000).

Dari table 1 dapat diketahui bahwa tanaman yang berada di tempat gelap lebih panjang dibandingkan dengan tanaman yang berada ditempat terang. Pada tempat gelap rata-rata panjang tanaman adalah 20,45 cm sedangkan pada tempat terang rata-rata panjang tanaman adalah 9,5 cm. Hal ini disebabkan karena hormon auksin atau hormon pertumbuhan akan sangat aktif jika berada ditempat gelap sedangkan jika berada ditempat terang hormon auksin akan terhambat sehingga tanaman yang berada ditempat gelap akan lebih panjang karena auksin akan terus aktif dan .


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXif5qiDHStVsTtPHObrpBIXU6PLxjOvEDpquEr2VSJzQFKOz2Q0AWJrc9lW6sLCRK7KLb9DdY6x_SWPgaW3wI7Hw5AsR9s0oLVANuKCXfGo4O7jcOqc6r99_LsNz3Ogu10MGnlIhoelhA/s1600/15_22.png

Artinya: “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya’’
(QS.Al-Hijr [15:22])






IV.  KESIMPULAN


Kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.  Tanaman kacang hijau mengalami gerak fototropisme positif karena menghadap datingnya sinar matahari.
2.  Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama dalam proses fotosintesis dan mempengaruhi kinerja hormon auksin.
3.  Tanaman kacang hijau yang berada di tempat gelap lebih panjang dibandingkan dengan tanaman yang berada ditempat terang, karena hormon auksin sangat aktif pada kondisi yang gelap.






DAFTAR PUSTAKA


Endang, Kusnaeni. 2000. Biologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta

Faridah. 1995. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman. PT. Raja Grafindo Pratama. Jakarta

Hasan, Farid. 2009. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. UGM press. Yogyakarta

Setiawan. 2004. Biologi Dan Pertumbuhan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta

Soekotjo. 2002. Gerak Tumbuhan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar