PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG
HIJAU (Vigna radiate)
(Laporan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan)
Oleh
Muhammad Badrun
1304122042
PROGRAM STUDI DIII PERKEBUNAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap tanaman mempunyai toleransi yang berlainan
terhadap cahaya matahari. Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka
sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada tempat teduh
atau bernaungan. Ada pula tanaman yang memerlukan intensitas cahaya yang
berbeda sepanjang periode hidupnya. Pada waktu masih muda memerlukan cahaya
dengan intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan cahaya dengan
intensitas tinggi (Faridah, 1995).
Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat
penting sebagai sumber energi utama bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil,
cahaya sangat penting dalam proses fotosintesis. Cahaya matahari juga dapat
mempengaruhi tumbuhan untuk bergerak gerak yang dipengaruhi oleh cahaya disebut
gerak fototropisme.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses
fotosintesis, meskipun jumlah cahaya matahari bergantung pada jenis tumbuhan.
Selain itu, kekurangan jumlah matahari saat perkembangan akan menyebabkan
etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat tapi tipis, lemah dan
berwarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi karena tidak adanya cahaya
sehingga memaksimalkan kerja hormon auksin untuk penunjang sel-sel tumbuhan
(Setiawan, 2004).
Tumbuhan juga melakukan gerak, tetapi gerak yang
dilakukan tumbuhan tidak seperti hewan dan manusia. Gerakan pada tumbuhan
sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan hanya dilakukan oleh bagian tertentu,
misalnya bagian ujung tunas, ujung akar, atau bagian lembar daun tertentu
kecuali tumbuhan bersel satu. Gerakan tumbuhan dapat diamati dengan adanya
pertumbuhan tanaman yang menuju atau ke arah tertentu. Gerakan tumbuhan terjadi
karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau iritabilita
yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut (Soekotjo, 2002).
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui
gerak fototropisme pada tanaman kacang hijau
2. Mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap
pertumbuhan tanaman kacang hijau
3. Mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman kacang
hijau yang terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari.
II.
METODOLOGI
2.1 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah
sebagai berikut.
1. Polybag
2. Spidol
3. Kardus
4. Kamera
5. Gembor
6. Cangkul
7. Mistar
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini
adalah sebagai berikut.
1. Benih
kacang hijau
2. Air
3. Tanah
2.2 Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini
adalah sebagai berikut.
1. Disiapkan 4 polybag kemudian diberi label
yaitu, 2 polybeg ditempat terang dan 2 polybag ditempat gelap.
2. Dimasukkan tanah kedalam polybag kemudian
ditanam benih kacang hijau kedalam polybag
3. Dipisahkan untuk 2 polybag ditempat terang
dan 2 ditempat gelap kemudian disiram
4. Ditutup dengan kardus polybag yang berada
ditempat gelap
5. Dilakukan pengamatan pertumbuhan kacang hijau
setelah 1 minggu dengan mengukur tinggi batang.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Pengamatan
Hasil
yang didapat dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
Tabel
1. Data pertumbuhan tanaman kacang hijau
pada tempat gelap dan terang.
Sampel
|
Tinggi tanaman (cm)
|
|
tempat terang
|
tempat gelap
|
|
1
|
8,5
|
20,8
|
2
|
9
|
19,1
|
3
|
10
|
21
|
4
|
10,5
|
20,9
|
rata-rata
|
9,5
|
20,45
|
3.2 Pembahasan
Fototropisme merupakan gerak
tumbuhan akibat adanya respon terhadap cahaya matahari. Hal ini paling sering
ditemukan pada tanaman, tetapi juga dapat terjadi pada organisme lain seperti jamur.
Sel-sel pada tanaman yang terjauh dari cahaya memiliki hormon auksin yang
bereaksi ketika fototropisme terjadi. Hal ini menyebabkan tanaman memiliki
sel-sel memanjang di sisi terjauh dari cahaya. Fototropisme adalah salah satu
dari banyak tropisme
tanaman atau gerakan yang menanggapi rangsangan eksternal (Hasan, 2009).
Pertumbuhan tanaman menuju
sumber cahaya disebut fototropisme positif, sedangkan pertumbuhan jauh dari
cahaya disebut fototropisme negatif. Kebanyakan tanaman tunas menunjukkan
fototropisme positif dan mengatur ulang kloroplas dalam daun untuk
memaksimalkan energi fotosintesis dan meningkatkan pertumbuhan karena pada sisi
tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari, sel-sel akan terus memanjang
sedangkan sisi yang menghadap kearah matahari akan terhambat pertumbuhan nya.
Hal ini di sebabkan oleh aktivitas auksin didalam sel tumbuhan. Auksin akan
berpengaruh lambat jika terkena sinar matahari (Endang, 2000).
Dari table 1 dapat
diketahui bahwa tanaman yang berada di tempat gelap lebih panjang dibandingkan
dengan tanaman yang berada ditempat terang. Pada tempat gelap rata-rata panjang
tanaman adalah 20,45 cm sedangkan pada tempat terang rata-rata panjang tanaman
adalah 9,5 cm. Hal ini disebabkan karena hormon auksin atau hormon pertumbuhan
akan sangat aktif jika berada ditempat gelap sedangkan jika berada ditempat
terang hormon auksin akan terhambat sehingga tanaman yang berada ditempat gelap
akan lebih panjang karena auksin akan terus aktif dan .

Artinya: “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)
dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu,
dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya’’
(QS.Al-Hijr [15:22])
IV.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat
dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1. Tanaman kacang hijau mengalami gerak
fototropisme positif karena menghadap datingnya sinar matahari.
2. Cahaya merupakan faktor lingkungan yang
sangat penting sebagai sumber energi utama dalam proses fotosintesis dan
mempengaruhi kinerja hormon auksin.
3. Tanaman kacang hijau yang berada di tempat
gelap lebih panjang dibandingkan dengan tanaman yang berada ditempat terang,
karena hormon auksin sangat aktif pada kondisi yang gelap.
DAFTAR
PUSTAKA
Endang, Kusnaeni. 2000. Biologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta
Faridah.
1995. Pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. PT. Raja Grafindo Pratama. Jakarta
Hasan,
Farid. 2009. Dasar-Dasar Fisiologi
Tumbuhan. UGM press. Yogyakarta
Setiawan. 2004. Biologi
Dan Pertumbuhan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta
Soekotjo. 2002. Gerak Tumbuhan. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar